Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

- Bilik Rindu -

    Setelah kuingat lagi, ternyata tidak begitu lama terakhir kita berjumpa. Namun aku merasa itu sudah sangat lama. Padahal kau di sana juga tidak tinggal diam membiarkanku sepi tanpa bertukar kabar denganmu. Aku juga heran mengapa aku seperti ini kepadamu, aku sadar betapa lemahnya saat ingat keadaan kita, maksudku adalah jarak kita yang tak memungkinkan untuk selalu bertemu. Kau pernah bilang padaku bahwa aku harus kuat. Tahan sebisa mungkin rasa ingin bertemu denganmu, tumpuk sebanyak mungkin rindu untukmu, dan luapkan segala perasaan senang, sedih, dan gundahmu ketika kita bertemu. Ya, memang tidak akan mudah. Dan menurutku memang sulit selama ini untuk tidak mengungkapkan rasa rinduku padamu.       Tanpa kau tahu, dan akupun memang sengaja tak memberi tahu, sebenarnya aku sering pergi sendiri ke tempat yang kita anggap nyaman untuk saling berbincang hangat saat kau pulang dan bertemu denganku. Bukan karena aku kesepian, namun aku hanya ingin m...

- Good Bye -

Aku tahu, ini sebuah ketidaksengajaan yang pada dasarnya memanglah dibuat buat. Namaku kau eja dengan pelan dan kau tekankan saat mengucap huruf yang menjadi awalan namamu. Lucu, aku suka dan berusaha mengucapkannya juga dengan melihat ke arahmu dan saat itu pula aku merasa damai dengan mendengar riangnya tawamu. Secara tidak sengaja pun perlahan aku mulai larut dengan setiap ucapanmu. Hal biasa yang orang lain pun bisa meniru setiap kata-katamu, namun bagiku ini berbeda. Sungguh berbeda, jika kau yang mengatakannya. Ini bukanlah untaian kata manis yang mampu membuat jantung berdebar ketika otakku ini mencerna kata-katamu. Namun lagi-lagi aku sungguh merasakan kedamaian saat menatap senyummu. Itu dulu. Semesta kembali mempertemukan kita, dalam satu ingatan yang sama, dalam riwayat yang tetap terjaga, dan masih dengan senyum yang sama.  Aku tahu, saat ini aku terlalu tergesa karena telah menerimanya kembali. Nyatanya dia hanya damaiku dalam sesaat, namun aku sudah terlanjur menuai...

- Dasar, HITAM!!-

Segala rumit perlahan kian mereda Segala lara memudar seiring tertutupnya luka Segala redup telah bersinar Namun seutas harap masih tetap samar samar Mengingat satu hal tabu Merelakan terhapusnya titik temu Meretas gundah, menyeruak gema amarah Bukan aku yang diam, namun kau sudah keterlaluan Perihal ku mengenalmu, aku tak butuh banyak waktu Semesta saat ini sedang menampakkan hitammu Dan kerutan dahimu itu, terbaca ribuan rahasia yang sedang kau alihkan Aku muak dengan caramu bersilat lidah

- Ketika Kau Kembali -

Tak terhingga jika harus dihitung, seberapa sering nama dan semua tentangmu yang tak sengaja terlintas di benakku. ... Seperti merasakan dunia yang kian berwarna, aku tersenyum ketika ingat tentang kita yang dulu pernah dekat dan kemudian terpisah entah apa penyebabnya. Entah kau menganggapku apa waktu itu, sekedar kawan berbagi cerita atau seorang sahabat, atau bahkan hanya sebagai pendengar yang baik karena selalu betah menyimak setiap kata dan cerita yang kau sampaikan padaku. Yang kuingat, waktu itu kau sering melontarkan nasehat atau kata mutiara dan beberapa motivasi untukku dan yang paling sering adalah rayuan ala Roman Picisan yang terkadang membuatku semakin geli ketika menyimaknya. Kau berbeda dari yang lain dan aku semakin terpikat dengan tutur katamu, singkat namun penuh arti. Setiap hari kita bertemu, namun tak sering pula ada saat untuk kita sekedar duduk membunuh jeda waktu. Aku suka caramu menghargaiku, senyumanmu, cara bicaramu, semua itu membuatku semakin larut dal...