Mas . . .
Mas, tunjukkan padaku bahwa kamu benar-benar menyebalkan. Katakan padaku bahwa kamu yang memiliki hatiku, tanpa pengakuan ribuan manusia yang sibuk memantau hidupmu melalui akun sosial media yang penuh opini itu. Yakinkan aku bahwa jarak kita bukan halangan untuk menanam rindu dan menuai saat kita bertemu saat kau pulang. Tak masalah jika kau tak pernah menyatakan cintamu seperti pelangi, namun sisa dari separuh waktumu saat ini lebih dari cukup untuk menemaniku. Katakan padaku bahwa berkabar setiap hari via tatap muka secara virtual itu, hanya untuk mereka yang tidak punya kesibukan. Dan katamu, yang lebih elegan adalah berbisik lirih disetiap sujud dan berharap pada Sang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang. Katakan sekali lagi padaku bahwa nongkrong di cafe mahal tidak asik, karna kau lebih suka riuh manusia lain disekelilingmu dan sesekali menatapku sambil mengatakan "manise sayangku". Katakan padaku bahwa ...