Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Bisakah Kusebut Itu Cinta (?)

      Lebih dari sekadar nyaman atau bahkan satu rasa penasaran. Buat apa jika kamu menyembunyikan perasaan dan menyesalinya kemudian. Dua hati yang tidak mungkin menyatu, lagu lama setiap insan yang terjerat ikatan ketidakpastian. Entah kamu yang tidak bersungguh-sungguh mecariku atau aku yang takut terluka lagi seperti yang tlah lalu. Menahan diri adalah tindakan yang tepat untukku saat itu, karna rasa takut pun masih setia mendampingiku yang ia tinggal pergi. Ya memang aku lemah, aku rapuh, aku selalu terjebak dalam masa pelampiasan. Tapi pernahkah kamu merasakan satu kehangatan yang ternyata juga nyaman dirasakan orang lain?        Rumit selalu menjadi kawan baikku, entah mengapa demikian. Jika boleh kuakui sebenarnya akupun sedang terikat satu ketidakpastian dengan hati seseorang yang entah dia akan menjagaku sampai kapan. Keraguan pun seiring menemani masa penantianku. Maaf jika kamu datang hanya kuberi ucapan selamat jalan. Legaku ketika ka...

- Argumentasi Dimensi -

     Bergeming sendiri aku akhir-akhir ini, dari argumen dalam diriku yang semakin kalut dan terpaparlah garis-garis di dahiku yang sedang berkerut. Apa yang lebih sunyi dari detak jantung yang terdengar setiap hentakannya? apa yang lebih sunyi  dari hembusan nafas yang terdengar jelas? dan apa yang lebih sunyi dari getaran nadi yang terasa berdenyut tenang dan larut pada pikiran yang mengajakku kembali ke masa itu. Manusia bukanlah harapan yang tepat. Hati yang mudah rapuh, dengan tanpa jeda mengajak isi kepala ini bekerja untuk menebak setiap perkataan, mencari sendiri makna hidup yang ternyata perlahan menjadi kelam.       Sejauh ini masihlah damai dengan realita yang semakin hari semakin penuh kejutan, meski terkemas dalam sesuatu yang menakutkan. Pilu dan terpuruk menemani dalam setiap hembusan nafas, setiap langkah, dan setiap detak jantungku. Apalagi yang harus kuperbuat? gaung emosiku semakin meraung. Tanpa sedikitpun kata dari mulutku unt...