Sunyi Rasa Riuh Aksara
Ada satu rasa yang tiba ditengah kesunyian yang hampa. Masih sangat jelas teringat ketika awal kau ungkapkan bahwa akan ada banyak hal yang ingin kau lewati bersamaku.
Mulailah kau mengajakku melangkah sambil menuntunku perlahan, mataku terpaku pada satu cahaya harapan, hingga melihatmu berbicara aku tersipu, kau puji lupa amarahku, sampai akhirnya teralihkan semua yang telah kumiliki.
Hingga saat ini, gurauan-gurauan lampaumu masih akrab terngiang ditelinga bahkan sering terbesit di pikiranku. Masih ingatkah kau tentang ungkapan-ungkapanmu yang dengan senang hati kuterima saat itu? Manis sekali, ada yang menggelitik di pikiran dan hatiku. Mata ini berbinar, bibir ini tak mampu berucap namun tersampaikan melalui lengkung senyumku yang tepat berada di hadapanmu.
Adakah kesempatan untuk kita hidup dalam harmoni yang sama? Sementara aku si lemah yang selalu bergelut resah karna jarak, selalu ingin menyerah dan selalu merasa payah. Jika kusemai rinduku, maka tumbuhlah resahku dengan suburnya hingga penuh isi kepalaku. Sesekali kucari penyejuk kalbuku, meski yang ada hanya aku selalu ingin kembali dan memilih kalut dalam resahku. Sunyi, senyap, redam namun tidak terasa hampa.
Entah kau yakin atau tidak, kau harus tau bahwa duniaku sebagian terbawa olehmu. Ada kiasan yang ingin kuwujudkan bersamamu. Banyak hal yang ingin ku perbaiki meski harus mengulanginya dari awal lagi.
Komentar
Posting Komentar