- Isyarat Mawar -

Kita, kau dan aku. Tak sesuai dengan apa yang terpikir ketika mengagumi satu sama lain. Ini hanyalah sebuah kebetulan yang akupun tak mengerti mengapa ternyata akhirnya menyakitkan.

Perlahan kau tuai benih yang ku artikan sebagai mawar tak bertuan. Yang kuharapkan hanyalah mekarnya kuntum dengan wangi semerbak yang membawa perasaan bahagia. Tak seorangpun yang kuperbolehkan untuk mendekat apalagi menyentuh. Itu hanya akan merusak mawarku. Jelas sekali aku sangat bahagia. Dalam batinku aku berharap bahwa kau juga lebih memperhatikan mawar yang sudah kau tanam untukku. Semakin hari semakin terasa aroma wangi yang membuatku merasa nyaman dan tidak mudah berpindah. Aku sadar bahwa aku telah larut dalam ketidakpastian, hatiku telah terikat erat oleh akar mawar yang kau tanam untukku. Hingga aku tak sanggup berpindah, jangankan berpindah, berpaling pun aku tak sanggup. 

Menunggu memanglah hal yang sangat menyebalkan. Namun apadayaku, dalam hati kecilku kau takkan mengecewakan. Untukmu telah ku relakan kesempatan disetiap hariku, dan di setiap waktuku demi mempertahankan dan menjaga sekuntum mawar yang telah mekar dengan sia-sia. Aku pernah hampir menyerah, namun lagi-lagi demi mawar aku tak sampai hati untuk menyerah. Entah sampai kapan kau akan biarkan mawar ini tumbuh mekar dengan semerbak aroma mewangi dan  hanya aku saja yang memuji dan mengaguminya. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mas . . .

- Fana -